Apa itu KB? Mari mengenal jenis-jenis kontrasepsi!

Holla…

3 bulan terakhir sebelum 2020, yeay tidak terasa 2019 akan segera berakhir.

Okee, baiklah.

Kali ini aku mau berbagi mengenai info kesehatan reproduksi. Tepatnya mengenai KB dan kontrasepsi.

Pemerintah telah lama menggalakkan program KB di Indonesia. KB merupakan singkatan dari keluarga berencana yang merupakan program pemerintah skala nasional untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan penduduk.

Dampak positif KB bagi keluarga adalah dapat mewujudkan anak-anak yang sehat dan keluarga yang sejahtera dengan pengaturan kehamilan. Dampak bagi bangsa dan dunia (lebih luasnya) adalah efek terhadap ketersediaan sumber daya alam dan kehidupan yang layak.

Kontrasepsi, berasal dari kata kontra yang berarti melawan dan kata konsepsi yang berarti pembuahan. Kontrasepsi dapat dimaknai sebagai usaha-usaha untuk mencegah terjadinya kehamilan, baik yang bersifat sementara (menunda/menjarangkan) ataupun permanen (tidak ingin hamil lagi).

Penggunaan kontrasepsi pada pasangan yang sudah menikah bahkan berumur sudah lazim dilakukan. Sedangkan bagi pasangan muda, beberapa pertimbangan karir dan finansial, kesiapan fisik dan mental, serta kehidupan seksual yang sedang hangat-hangatnya, biasanya menjadi alasan penggunaan kontrasepsi.

Kontrasepsi dapat bekerja melalui cara berikut:

  • menjaga agar sel telur tidak bertemu dengan sperma
  • Menghentikan produksi sel telur
  • menghentikan penggabungan sperma dan sel telur (yang telah dibuahi) menempel pada rahim.

Bagi wanita usia subur yang aktif secara seksual serta tidak menggunakan kontrasepsi, angka kehamilan mendekati 90 persen dalam 1 tahun. Bagi wanita yang tidak menginginkan terjadinya kehamilan, pengaturan kesuburan dapat dilakukan dengan berbagai macam metode kontrasepsi. Namun perlu diingat, tidak satupun yang sempurna tanpa efek samping. Jadi tetap berisiko ya!

Metode kontrasepsi secara umum dibagi menjadi 2, non-hormonal dan hormonal.

Kontrasepsi non-hormonal

Metode kontrasepsi non-hormonal dibagi menjadi 3, yaitu secara teknik, mekanik, dan sterilisasi.

Teknik menyusui termasuk ke dalam kontrasepsi non-hormonal dengan cara teknik. Bagi ibu yang menyusui secara ekslusif, tidak akan terjadi ovulasi selama 10 minggu pertama setelah pelahiran. Namun teknik ini tidak dapat mencegah kehamilan secara maksimal sehingga disarankan untuk memilih alat kontrasepsi lain yang sesuai.

Secara mekanik, kontrasepsi spiral (IUD/AKDR) dan kondom termasuk ke dalamnya.

IUD ( intrauterine device) atau AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim) merupakan metode kontrasepsi reversibel yang efektif digunakan bahkan 5 hingga 10 tahun. Metode ini merupakan salah satu metode kontrasepsi yang efektif dalam mencegah kehamilan.

Kondom merupakan salah satu metode kontrasepsi yang lazim digunakan, mudah tersedia dan murah. Metode ini memiliki tingkat keberhasilan yang bervariasi, tergantung pada bahan dan ketahanan produknya. Kondom tersedia untuk pria dan wanita, namun kondom pria lebih sering digunakan.

Efektivitas kontraseptif kondom pria dapat ditingkatkan dengan penambahan pelumas spermisidal. Namun efektivitasnya akan lebih meningkat jika ditambah dengan penggunaan zat spermisidal intravagina. Kondom juga menjadi salah satu alat untuk mencegah infeksi, seperti pada kasus HIV, gonore, sifilis, herpes, klamidia, trikomoniasis dan STD (sexual transmitted disease) lainnya.

Secara sterilisasi, tindakan yang sedikit lebih invasif seperti vasektomi dan tubektomi termasuk ke dalamnya.

Vasektomi merupakan cara sterilisasi melalui pemotongan vas deferens dan pengikatan kedua ujungnya sehingga sperma tidak dapat mengalir dan bercampur dengan cairan semen.

Sedangkan Tubektomi merupakan pemotongan atau penutupan tuba falopi sebagai saluran penghubung oovarium dan rahim.

Kontrasepsi hormonal

Beberapa metode yang termasuk ke dalam kontrasepsi hormonal, yaitu pil, suntik, implan, koyo/patch, dan spiral berhormon.

Masih ada lagi metode-metode lain, seperti metode kalender, senggama terputus dan lain-lain.

Selain yang sudah disebutkan di atas, beberapa metode kontrasepsi terus berkembang dan muncul metode-metode baru. Untuk pemilihan metode kontrasepsi yang sesuai, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Pesanku, harap bijak dalam menggunakan kontrasepsi.

 

Semoga artikel health info ini bermanfaat dan dapat memberi informasi yang positif untuk para pembaca.

 

 

 

(Visited 39 times, 1 visits today)
Spread the love
5 Komentar Tambahkan milikmu
  1. Penting banget sih kita mengenal alat kontrasepsi ini, apalagi anak muda sekarang. Bukan maksudnya mendukung sex bebas ya, tapi biar mereka tidak salah arah dan terjadi hal yang tidak diinginkan. Penting banget buat tau sex education dan kontrasepsi salah satunya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *