Mengenal Herpes Zoster – Penyakit Kulit Akibat Virus. Apakah Bahaya?

Holla…

Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu penyakit kulit yang sering terjadi bahkan hampir di semua usia. Salah satu penyakit yang memunculkan gejala di kulit, yaitu Herpes Zoster.

Apakah kamu pernah mendengar nama penyakit ini? Tidak asing kan?

Mari kita bahas.

Apa itu Herpes zoster?

Herpes zoster adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster yang menyerang kulit dan bagian mukosa. Nama lain dari Herpes zoster adalah penyakit shinglesHerpes zoster menyerang bagian neurokutan (persarafan di bawah kulit) dan dapat memunculkan ruam pada kulit. Biasanya pasien yang datang ke rumah sakit akan mengeluhkan munculnya bintil-bintil berisi air di salah satu daerah di tubuhnya. Bintil-bintil berisi cairan ini disebut dengan vesikel. Dan pada kasus herpes zoster, vesikel ini muncul berkelompok di salah satu regio di tubuh.

Misal, munculnya bintil-bintil bergerombol di dada kiri saja atau kanan saja. Atau bisa hanya muncul di punggung kiri saja atau kanan saja. Hal ini terjadi akibat proses perjalanan penyakit dan cara penyebarannya di tubuh.

Herpes zoster ini merupakan manifestasi dari reaktivasi infeksi laten endogen virus varisela zoster di dalam neuron ganglion sensoris radiks dorsalis, ganglion saraf kranialis atau ganglion saraf otonom yang menyebar ke jaringan saraf dan kulit dengan segmen yang sama.

Siapa saja yang bisa terkena Herpes zoster?

Secara global, herpes zoster dapat terjadi 2-3 dari 1000 orang per tahunnya. Pada tahun 2011-2013, terdapat 2.232 pasien herpes zoster pada 13 Rumah Sakit pendidikan di Indonesia, dengan usia terbanyak antara 45 – 64 tahun dengan jumlah kasus 851 (37,95%).

Sebuah hipotesis dari Hope Simpson (1965) mengatakan bahwa imunitas terhadap varisela zoster virus berperan dalam perjalanan penyakit herpes zoster terutama imunitas selularnya. Saat seseorang pernah terinfeksi varisela zoster (atau kita sering sebut dengan penyakit varisela), terdapat bagian dari virus yang tertinggal di bagian saraf-saraf orang tersebut. Jika ada lagi paparan, maka dapat muncul reaktiviasi (aktif kembali) dan akan menimbulkan gejala-gejala.

Herpes zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster. Virus DNA ini adalah virus yang menyebabkan penyakit cacar air (chicken pox) yang merupakan infeksi awal sebelum sesorang mengalami herpes zoster. Jadi herpes zoster hanya dapat muncul pada seseorang yang telah mengalami cacar air sebelumnya. Setelah varicela itu sembuh, maka virus varisela zoster akan menetap di dalam badan sel saraf tanpa menimbulkan gejala. Jika suatu saat adanya pencetus reaktivasi, maka ia dapat aktif dan menyebabkan herpes zoster.

Faktor-faktor yang berpotensi menyebab reaktivasi virus varisela zoster:

  • Paparan virus varisela zoster sebelumnya (cacar air, vaksinasi)
  • Lanjut usia
  • Pasien immunocompromised
  • Penggunaan obat-obatan imunosupresif
  • Penderita HIV/AIDS
  • Transplantasi organ
  • Keganasan
  • Terapi steroid jangka panjang
  • Stress psikologis
  • Trauma
  • Tindakan pembedahan.

Bagaimana gejala Herpes zoster?

Awalnya akan muncul gejala awal (dapat berlangsung 1-10 hari):

  • Nyeri otot
  • Nyeri tulang
  • Pegal
  • Demam
  • Lemas
  • Nyeri kepala

Selanjutnya, setelah gejala di atas, muncullah gejala di kulit:

  • Erupsi kulit dikuti dengan rasa nyeri, rasa panas, pedih, gatal dan hiperestesi (rasa ditusuk-tusuk jarum) yang terlokalisir di suatu tempat.
  • Nyeri pada bagian erupsi kulit.
  • Bintil-bintil kemerahahan (papul) yang kemudian berkembang dan mulai berisi cairan jernih hingga keruh (vesikel) yang dapat terjadi pada hari 3-5 penyakit. Selanjutnya dapat pecah di hari 7-10.
  • Sebagian besar erupsi kulit dapat sembuh secara spontan tanpa gejala sisa.
  • Jika erupsi kulit yang berat, dapat meninggalkan bekas kehitaman dan jaringan parut/scar.

sumber: https://www.physio-pedia.com/

Pada kasus yang lebih berat, Herpes zoster dapat menyerang persyarafan ke organ lain seperti telinga, mata, hidung, lidah hingga otak. Gejala seperti telinga berdenging hingga tuli, gangguan penglihatan, kehilangan indera pembau, vertigo, wajah kaku, kehilangan fungsi pengecapan dan lakrimasi dapat terjadi pada tahap ini.

Bagaimana Penanganan Herpes zoster?

Saat merasaka gejala pada tubuh kita, sebaiknya segera bawa ke Dokter untuk diperiksa lebih lanjut dan diberikan terapi yang sesuai.

Penegakan diagnosis herpes zoster umumnya didasari gambaran klinis. Untuk kasus-kasus yang tidak jelas, diperlukan deteksi antigen atau nucleic acid varisela zoster virus, isolasi virus dari sediaan hapus lesi atau pemeriksaan antibodi IgM spesifik. Pemeriksaan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) merupakan tes diagnostik yang paling sensitif dan spesifik karena mendeteksi DNA virus varisela zoster dari cairan vesikel.

Pasien yang mengalami Herpes zoster akan diterapi sesuai dengan kondisi klinisnya. Pengobatan Herpes zoster terdiri atas 2 macam, yaitu terapi sistemik (dapat diberikan lewat oral atau sediaan suntikan, sesuai kondisi) dan terapi topikal (obat luar).

Pasien herpes zoster diterapi dengan antivirus dan antinyeri. Pada kondisi tertentu dapat diberi kortikosteroid (meski saat ini mash menjadi perdebatan). Pasien juga dapat diberi antidepresan dan antikonvulsan pada kondisi tertentu dan untuk mencegah kerusakan saraf pasca herpes zoster. Untuk obat topikal/obat luar, dapat dikompres untuk membersihkan erupsi kulit. Kasa yang dikompres diharapkan dapat membuat sisa-sisa vesikel menempel dikasa sehingga bagian lesi kulit menjadi lebih bersih. Antinyeri topikal juga dapat diberikan pada pasien herpes zoster.

Apakah Herpes zoster bahaya?

Jawabannya, iya jika tidak ditangani dengan benar. Herpes zoster yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan perburukan dan komplikasi ke organ lain. Infeksi dapat menyebar ke mata, hidung, telinga, bahkan jantung dan otak.

Namun pada Herpes zoster yang ditangani dengan baik, umumnya memiliki prognosis yang baik.

 

Well, sekian dulu ya pembahasan kita kali ini mengenai Herpes Zoster. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Baca juga artikel kesehatan yang lain mengenai Stroke dan Osteoarthritis Genu.

 

 

(Visited 74 times, 1 visits today)
18 Komentar Tambahkan milikmu
  1. Temenku, mertua, juga pernah kena herpes ini. Memang sakit banget rasanya. Oh ya pernah denger juga katanya oran yang kena herpes ini sebelumnya udah pernah kena cacar, trus virus cacar itu ‘hidup’ lagi jadi herpes. Ini bener ga ya?

    1. Iya kak, benar. Penyebabnya sama, yaitu varicella zoster. Nah jika nanti virusnya aktif lagi, muncullah herpes zoster ini.

  2. Hampir semua masalah kesehatan itu, salah satu pemicunya sepertinya karena stres psikologis ya. Termasuk Herpes Zoster ini ternyata.

    Psoriasis juga, apakah demikian? Teman saya yang mengalami ini, saat stres akibat deadline pekerjaan kami yang mepet mepet, seringnya bikin ia kambuh dan bikin nggak tega lihatnya.

  3. Teman saya juga pernah kena herpes. Bukan di badan, tapi di mukanya, serem lihatnya.
    Teman saya itu bagian keuangan di perusahaan tempat saya bekerja, kata dokter herpesnya muncul karena tangan yang kotor setelah memegang uang lalu sering memegang bagian muka.

  4. Saya baru dengar nama penyakit kulit Herpes Zoster ini, Mbak Mutia. Dan setelah saya baca menyeluruh, Alhamdulillah saya tidak pernah mengalami. Dan semoga tidak pernah Aamiin. Soalnya kalau dilihat dari fotonya, seperti istilahnya gatal api ya, Mbak. Kalau tidak segera ditangani dengan benar, akan semakin menyemar dan parah.

  5. Dulu kalau dengar herpes itu pikirannya udah negatif dulu karena sering diartikan dengan salah satu penyakit menular akibat seksual. Ternyata jenis herpes macam-macam. Itu juga tahu gara2 pernah kena herpes.. 🙈🙈 Nggak lagi2 deh.. guatel & nyerinya.. nggak tahan…

    1. Iya kak, berbeda. Kemungkinan maksud kakak itu herpes simpleks, yang memang salah satu penularannya lewat aktivitas seksual. Tapi itu beda jenis virus penyebabnya dengan herpes zoster ini.

  6. Penyakit Herpes ini sering banget ngenain aku, cuma yang jenisnya beda. Kalau lagi down imun tubuh langsung deh di bibir herpesnya keluar. Nggak nyaman. Tapi ada obat yang mujarab banget, jadinya gak begitu kuatir lagi hihi.. ternyata ada yang jauh lebih parah jenis herpesnya.. manfaat banget mbak, nambah pengetahuan

  7. Serem mbak penampakan herpes, tadi sempat mengira itu ruam ternyata herpes, ada “isi” berupa cairan, gitu ya? Kalau dilihat dari faktir nggak ada golongan umur yg rawan kena, berarti siapa aja bisa kena ya? Bahkan remaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *