Mari Mengenal Osteoarthritis Genu – Penyakit Nyeri Sendi Lutut pada Lansia

Holla…

Baru bulan lima di tahun 2020, tapi rasanya sudah lama banget ya. Entah 2020 yang berjalan lambat atau memang perasaanku saja.

Di awal bulan ini, aku ingin berbagi mengenai salah satu penyakit yang sering dikeluhkan oleh lansia. Mungkin orangtua kalian pernah mengeluh lututnya terasa nyeri, bahkan sudah minum obat tetap saja nyeri dapat berulang.

Hal ini terjadi pada mamaku yang sudah memasuki usia lansia. Beliau sering mengeluhkan nyeri pada lutut. Hal ini membuat beliau tidak kuat lagi kalau berjalan terlalu lama. Karena keluhan nyeri lutut beliau, kami akhirnya pergi ke Dokter Ortopedi (Dokter spesialis bedah tulang). Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan, akhirnya mamaku terdiagnosis Osteoarthritis Genu.

Baca: Mari Mengenal Multiple Sklerosis

Apa itu Osteoarthritis Genu?

Sebelumnya mari kita bahas mengenai Osteoarthritis terlebih dahulu. Osteoarthritis atau yang sering disebut OA merupakan penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi. Bagian tulang belakang (vertebra), panggul, lutut, dan pergelangan kaki paling sering terkena OA . Pasien OA biasanya mengeluh nyeri pada waktu melakukan aktivitas atau jika ada pembebanan pada sendi yang terkena. Osteoarthritis merupakan penyakit degeneratif yang sering terjadi dan tidak dapat dihindari. Penyakit ini merupakan bagian dari proses penuaan dan merupakan salah satu penyebab dari cacat fisik pada orangtua di atas usia 65 tahun.

Istilah sendi atau articulatio digunakan untuk tempat di mana dua atau lebih tulang bertemu satu dengan yang lain. Di tubuh kita, banyak banget terdapat sendi. Salah satunya di lutut (nama lainnya articulatio Genu). Sendi lutut yang kita punya ini merupakan sendi yang terbesar dan paling rumit di seluruh tubuh.

Pada osteoarthritis genu, daerah sendi yang terkena adalah bagian sendi lutut (articulatio genu).

Pada sebagian kasus, osteoarthritis terjadi tanpa dirasa bersama usia dan tanpa sebab yang jelas (hal ini disebut osteoarthritis primer). Tidak hanya usia tua saja, namun pada beberapa kasus (kurang dari 5% kasus) osteoarthritis menyerang usia muda. Namun biasanya osteoarthritis pada usia muda berkaitan dengan riwayat cedera pada tulang sebelumnya, kelaian bawaan pada tulang sejak lahir, obesitas atau berkaitan dengan penyakit kelainan darah.

Ada beberapa faktor yang dapat berperan dalam terjadinya osteoarthritis

1. Usia

Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoarthritis, faktor usia tua adalah yang terkuat. Angka kejadian dan tingkatan beratnya osteoartritis semakin meningkat dengan bertambahnya usia. OA hampir tidak pernah pada anak-anak, jarang pada umur di bawah 40 tahun dan sering pada umur di atas 60 tahun. Hal ini disebabkan karena adanya hubungan antara usia dengan penurunan kekuatan kolagen dan proteoglikan pada kartilago sendi.

2. Jenis kelamin

Pada orang tua yang berumur lebih dari 55 tahun, angka kejadian terkena osteoarthritis pada wanita lebih tinggi dari pria. Sedangkan pada usia kurang dari 45 tahun, osteoarthritis lebih sering terjadi pada pria dari wanita.

3. Suku bangsa, ras dan genetik

Osteoartritis dapat menyerang semua ras, namun angka kejadian dan tingkatannya berbeda. Faktor genetik juga memiliki pengaruh terhadap terjadinya osteoarthritis.

4. Kegemukan dan riwayat penyakit metabolik 

Berat badan yang berlebih ternyata dapat meningkatkan tekanan mekanik pada sendi penahan beban tubuh, dan lebih sering menyebabkan osteoarthritis genu. Kegemukan ternyata tidak hanya berkaitan dengan osteoarthritis pada sendi yang menanggung beban, tetapi juga dengan osteoarthritis sendi lain, diduga terdapat faktor lain (metabolik) yang berperan pada timbulnya kaitan tersebut antara lain penyakit jantung koroner, diabetes melitus dan hipertensi.

Baca: Mari Kenali Hipertensi dan Pencegahannya dari Dini

5. Penyebab lain (cedera sendi, kelainan pertumbuhan, cedera akibat olahraga)

Pekerjaan berat maupun dengan pemakaian suatu sendi yang terus-menerus, berkaitan dengan peningkatan resiko osteoarthritis tertentu. Demikian juga cedera sendi dan oleh raga yang sering menimbulkan cedera sendi berkaitan resiko osteoarthritis yang lebih tinggi.

 

Gambaran Radiologi Osteoarthritis Genu Bilateral

 

Pada orang yang mengalami osteoarthritis genu, dapat mengalami keluhan berupa rasa sakit di bagian dalam lutut terutama bila digerakkan, rasa kaku di pagi hari, keluhan rasa seperti diparut dan rasa meletup di bagian sendi lutut, dan keterbatasan dalam bergerak. Pada kondisi yang lebih lanjut dan sudah lama, keluhan dapat berupa pembesaran sendi lutut secara perlahan dan menjadi tidak simetris, serta perubahan gaya berjalan bahkan ketidakmampuan untuk berjalan.

Selain pemeriksaan fisik, biasanya dokter dapat menganjurkan untuk dilakukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiologi pada pasien osteoarthritis genu. Pemeriksaan laboratorium dapat dilakukan untuk menunjang diagnosis dan untuk menyingkirkan dugaan penyebab lain (jika diperlukan).

Untuk penderita osteoarthritis genu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter agar paham mengenai seluk beluk penyakitnya. Selanjutnya dapat dilakukan terapi fisik dan rehabilitasi sesuai dengan kondisi penderita osteoarthritis genu jika diperlukan. Dokter juga akan memberikan terapi berupa obat penghilang nyeri dan obat lainnya yang sesuai dengan kondisi pasien. Selain itu, untuk penderita osteoarthritis genu penting yang namanya menjaga berat badan (minimal mendekati batas berat badan ideal).

Sedangkan pada kondisi osteoarthritis genu yang sudah tidak bisa lagi diterapi dengan obat dan terapi fisik, dapat dilakukan terapi secara pembedahan oleh Dokter Ortopedi.

Sekian dulu pembahasan mengenai osteoarthritis genu. Selanjutnya, yuk kita diskusi di kolom komentar…

 

Sumber:

Osteoartritis. In: Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. VI. Jakarta: InternaPublishing; 2014:3197-3209.

Kumar V, Abbas A, Aster JC. Buku Ajar Patologi Robbins. 9th ed. Singapore: Elsevier Saunders; 2013.

R S. Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-De Jong. 4th ed. Jakarta: EGC; 2017.

Fauci. Harrison’s Principal of Internal Medicine Volume 1. McGraw Hill; 2008.

Salehi-abari I. 2016 ACR Revised Criteria for Early Diagnosis of Knee Osteoarthritis. Aperito. 2016;3(1):1-5.

(Visited 87 times, 1 visits today)
20 Komentar Tambahkan milikmu
  1. oh ternyata ini yg namanya osteoarthritis genu. Jadi penyakit ini bisa dikatakan akut dan degeneratif karena yang bisa timbul setelah muncul gejala berulang kali hingga bertahun-tahun (kronis). brrti harus antisipasi juga nih, tidak hanya menyerang di usia tua tetapi yg mudah bisa saja kena kalo tidak menjaga pola hidup sehat.

  2. Wah ternyata wanita lebih rentan terkena osteoarthritis yaa dibandingkan lak-laki, baru tahu. Yah intinya mumpung masih muda selalu menjaga kesehatan, bukan hanya kesehatan yang dekat tapi juga yang mungkin terjadi di kemudian hari. Thanks informasinya kak 😀

  3. Aku pasien OA nih kayaknya, karena memang pernah kecelakaan dan skrg sendi lututku gak bisa bengkok kek biasa. Susah banget.

  4. Terima kasih artikelnya. Membuka wawasan saya. Sudah beberpa bulan ini mbak yamg bantuin di rumah mengeluh sakit kakinya. Sampai sekarang belum ketemu sakitnya. Mungkin harus ke dokter ortopedi ya. Sepertinya keluhannya hampir sama dan dia pun punya sakit diabetes melitus

  5. Ibu saya yang sudah lansia memang sering mengeluhkan nyeri lutut ini.
    Ternyata banyak faktor yang jadi penyebabnya. Tungkai termasuk penyangga tubuh, jika persendian lutut sakit, sangat berasa ga nyaman. Semoga mama ketemu obat pas yang menghilangkan nyeri lututnya.

  6. Ibu mertua nih kayaknya kena ortheoarthritis genu. Sendi lulutnya sering sakit. Beliau memang sudah lansia dan memiliki badan yang gemuk. Bbrp tmn ibu juga mengeluhkan hal yang sama. Tapi baru tahu nih, kalau ternyata bisa menimpa usia muda juga. Bisa menimpa anak-anak nggak sih? Soalnya si anak sulung terkadang bilang lulutnya sakit pe nangis pdhal ga ada luka atau habis kena apa. Jadi pengin periksain ke dokter nih.

  7. Papa saya juga sering ngeluh nyeri pada lututnya tapi beliau nggak mau periksa ke dokter. Susah deh ngebujuknya. Paling cuma minum herbal dan istirahat.

  8. Mesti jaga kesehatan sejak muda nih. Plus konsumsi makanan yang bernutrisi. Biar ntar sampai tua masih energik, masih bisa leluasa bergerak ke mana-mana dan nggak ngerepotin yang muda-muda.

  9. Wah gitu ya…Itu bisa dicegah ga ya, pas kita masih muda gitu? Sering denger, katanya makan kolang-kaling. Engga tahu sih, bener atau engga. Semoga Mamanya engga perlu operasi ya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *