Rumus Komunikasi yang Baik ala Oh Su Hyang

Holla…

Okee…. Sebelum 2019 berakhir. Aku masih mau nambah postingan nih.

 

Beberapa waktu yang lalu aku membaca buku yang ditulis oleh seorang pakar komunikasi terkenal asal Korea Selatan, Oh Su Hyang. Dalam Bukunya yang berjudul “Bicara itu Ada Seninya” atau yang memiliki judul asli “The Secret Habits To Master Your Art Of Speaking” , ia menjelaskan banyak tips dan trik dalam berkomunikasi agar mencapai suatu komunikasi yang efektif.

Banyak orang yang susah dalam memulai pembicaraan, banyak juga orang yang susah untuk mempertahankan suatu pembicaraan.

Aku pernah diposisi ini. Sebelumnya, aku tuh orangnya basi banget kalo dalam hal chatting-an. Makanya banyak yang gagal pas PDKT ey hahaha. ga deh bercanda.

But, jangan salah. Cara komunikasi yang baik merupakan salah satu faktor utama dalam menentukan sukses atau tidaknya PDKT-an kamu.

Okee, back to topic.

Komunikasi yang baik, harus terjadi secara dua arah. Bukan cuma aspek bicara, tapi ada juga aspek mendengar yang sama pentingnya dalam hal ini.

Ada rumus sederhana mengenai komunikasi yang dapat diterapkan sehari-hari,

C=Q x P x R

C = Communication

Q = Question

P = Praise

R = Reactions

Untuk memenuhi komunikasi yang baik, ada 3 hal yang memengaruhinya. Pertama adalah Question atau pertanyaan. Hal ini menunjukkan adanya ketertarikan terhadap lawan bicara. Pertanyaan merupakan dasar dari komunikasi. Tanpa ketertarikan, maka komunikasi tidak akan terwujud.

Saat kita memiliki ketertarikan terhadap lawan bicara kita, normalnya pertanyaan demi pertanyaan akan keluar secara alami dari kita untuk lawan bicara. Orang yang memberikan pertanyaan yang baik untuk lawan bicaranya menandakan ingin membangun hubungan komunikasi dengan lawan bicaranya.

Selanjutnya adalah Praise atau Pujian. Kenapa pujian juga penting?

Pujian penting untuk membangun hubungan komunikasi yang kokoh. Pujian memiliki efek yang instan sekaligus efek yang kuat untuk manusia.

Kulit kamu halus banget

Warna baju kamu, cantik deh

Tas kamu lucu banget sih

Normalnya reaksi terhadap pujian akan langsung tampak. Lawan bicara akan menjadi lebih senang, pembicaraan akan mengalir dengan sendirinya. Tapi perlu diingat, memuji seseorang tidak semudah itu. Pujian yang akan keluar dari muut kita, haruslah dipikirkan terlebih dahulu. Layak atau tidak pujian tersebut. Jangan asal memuji, yang malah nantinya menyinggung lawan jenis. Hal-hal yang menjurus ke arah body shamming harus dihindari.

Untuk itu, perlu berlatih untuk memuji. Berlatih mengamati dan memuji secara jujur.

Selanjutnya, hal yang memengaruhi komunikasi adalah Reaction atau reaksi.

Reaksi dapat muncul saat kita mendengarkan lawan bicara kita. Reaksi paling umum adalah reaksi berupa verbal, misal “oh, ya?”. Siapapun yang menunjukkan reaksi seperti ini, menunjukkan seolah ia memiiki ketertarikan dengan pembicaraan dan ingin lawan bicara melanjutkan pembicaraannya lebih lama.

Lary King, seorang pembawa acara televisi dan radio Amerika terkenal pernah mengatakan bahwa aturan utama dalam berdialog adalah mendengarkan. Tunjukkan dengan sungguh-sungguh bahwa kita tertarik dengan lawan bicara maka diapun akan melakukan hal sebaliknya. Untuk menjadi pembicara yang hebat, maka kita harus menjadi pendengar yang hebat terlebih dahulu.

Rumus sederhana di atas dapat diaplikasikan dalam komunikasi sehari-hari. Hal ini sudah aku pernah coba dan ternyata memang berhasil. Pembicaraan menjadi semakin menyenangkan dan hangat.

Tentu komunikasi efektif tidak bisa instan kita dapatkan dalam keseharian, namun perlu untuk membiasakannya agar terbiasa dengan hal ini. Terus belajar memperbaiki cara komunikasi tentu dapat memberikan banyak manfaat bagi kita. baik komunikasi dengan pasangan, teman, maupun rekan bisnis.

 

Well, sekian dulu ya untuk kali ini. Semoga informasi di atas bermanfaat 🙂

 

(Visited 124 times, 1 visits today)
Spread the love
22 Komentar Tambahkan milikmu
  1. Pernah baca perbedaan reaksi dan respon saat lawan bicara kita mengutarakan sesuatu. Reaksi lebih ke hal spontan yang terucap. Bener kayak yang dijelasin di atas kayak ‘oh,ya?’ ‘masa sih?’ dan lain2. Nah kalau respon ini lebih ke timbal balik pembicaraan atas dasar pemikiran yg lebih dalam (bisa jadi dari background knowledge atau pertimbangan). Ah, aku suka baca2 soal seni berbicara, soalnya aku pribadi gak berseni dan membosankan. 😛

  2. Wah artikel ini sangat membantu sekali untuk orang yang mau belajar komunikasi, sangat membantu, seperti aku yang lagi kekeuh belajar buat bisa komunikasi dengan baik depan pewawancara panitia seleksi beasiswa Maret besok hmm

  3. Komunikasi sangatlah penting, benar sekali jika kita harus tahu bagaimana cara berkomunikasi yang baik dan benar agar jalannya kominikasi dapat berhalan dengan sebagaimana mestinya.

  4. Kalau pertanyaan sih nggak terlalu sulit kayanya. Krn Kan type perempuan Suka kepo/pengen tahu gitu. Cm bagian puji memuji ini loh. Sesama perempuan tuh kadang cm basa Basi xixixix kurang tulus kak

    1. Makanya, harus dibiasakan kak hehe. Karena ada saatnya memuji ya pujilah. Kalau ga waktunya dan dirasa ga perlu, ga usah memberi pujian 🙂

  5. Ternyata urusan komunikasi, ada rumusnya juga ya, Mbak Mutiara. Dan ini keren. Jadi tidak harus diterapkan saat PDKT, tapi juga dengan teman, rekan kerja, tetangga, dan lainnya. karena komunikasi yang baik, akan membuat hubungan semakin harmonis juga.

  6. Iya lho, orang lain rasanya akan nyaman ngobrol kalau lawan bicaranya mau mendengarkan dengan baik, juga kelihatan kalo dia memperhatikan apa yang dibicarakan sehingga terjadilah komunikasi.

    Makasih sudah share soal ini. Jadi ingat lagi deh cara berkomunikasi yang baik.

  7. meski saya kurang begitu tahu siapa itu Oh Su Hyang tapi rumus sederhana CCQPR diatas mudah untuk dipraktekkan dalam keseharian. Pada dasrnya, komunikasi itu tidak melulu soal efektif dan tidaknya tapi bagaimana cara kita saling memahami dan pengertian dgn orang lain.

  8. Asli, aku sendiri salah satu yang amazed bahwa komunikasi jaman sekarang malah terus ada cara-caranya dan salah satu jadi buku self help yang laris. Aku belum sempat baca yang bicara itu ada seninya sih, baca ulasan ini jadi mengerti sedikit-sedikit 🙂

Tinggalkan Balasan ke TIAN LUSTIANA Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *