Mari Mengenal “Demam” – Kapan seseorang bisa dikatakan demam?

Holla…
Semoga harimu cerah dan menyenangkan.
Hari ini aku mau berbagi mengenai salah satu masalah kesehatan yang sering banget kita temui sehari-hari.
Kali ini aku mau membahas mengenai demam.

Banyak orang mengaku…
“Eh aku demam nih”
“Kayaknya aku demam nih”
Dan lain sebagainya. Tapi, apakah mereka benar-benar demam?
Sebenarnya kapan seseorang disebut demam?

Secara definisi, seseorang dapat dikatakan sedang demam, apabila suhu tubuhnya melebihi suhu tubuh normal 38 derajat celsius. Demam merupakan suatu gejala terkait dengan kondisi tubuh.

Perlu diingat, demam bukan penyakit ya… Tapi gejala yang menunjukkan suatu perubahan dan gangguan pada kondisi tubuh.

Rentang suhu tubuh di atas 37,5 hingga 38 derajat celsius masih tergolong tingkatan subfebris. Dan suhu mulai 38 derajat celsius ke atas sudah bisa dikatakan suhu orang yang sedang demam.
(Namun ada beberapa perbedaan skala pada pemeriksaan suhu tubuh di lokasi tubuh yang berbeda, misal di dalam lubang telinga, bawah ketiak, bawah lidah dan di anus).

Sebagian besar, penyebab demam adalah adanya suatu peradangan. Baik itu disebabkan oleh infeksi (bakteri, virus, jamur) ataupun suatu yang bukan infeksi (misal seperti alergi).

“Aku ga enak badan nih”
“Panas ga badannya?”
“Engga panas”
Naah, hati-hati ya, ga semua rasa ga enak badan itu adalah demam.
Sekarang udah tau kan, kapan seseorang bisa kita sebut demam?

Adanya infeksi oleh virus, bakteri, ataupun jamur dapat menimbulkan peradangan/inflamasi pada tubuh. Saat peradangan ini terjadi, keluarlah sel-sel anti peradangan yang miliki oleh tubuh ke darah sebagai bagian dari sistem pertahanan tubuh yang akan melawan infeksi. Peristiwa ini dapat memicu terjadinya peningkatan suhu tubuh.

Demam itu banyak macamnya, tergantung pada penyebab demam itu sendiri.

Sebelumnya aku pernah membahas mengenai Demam Berdarah Dengue di artikelku sebelumnya.

“Kalau demam tinggal minum paracetamol aja nih”

“Kalau demam, langsung dikompres aja dahinya”

Sering kan gitu?
Banyak orang udah tau kalau tindakan pemberian obat paracetamol dan kompres dahi dapat menurunkan demam.

Iya, tidak ada yang salah akan hal itu.
Tapi ingat, ga segampang itu.

Setiap pasien yang demam, akan diterapi oleh dokter, bukan cuma menurunkan demamnya aja. Tapi juga penyebab demamnya dicari. Biar demamnya bisa sembuh dan ga berulang. Case nya clear sampe TUNTAS hehe.
Ini baru namanya diobati sampe ke akarnya, bukan hanya mengurangi gejala aja.

Jadi, kapan perlu ke dokter jika demam?

1. Saat panas badan kamu tinggi. Jika punya termometer sendiri jauh lebih baik. Kamu bisa ukur suhu sendiri dan memantaunya.
2. Anak-anak yang demam. Pada anak, rawan terjadinya kejang demam dan dapat berakibat fatal. Segera bawa anak yang demam ke fasilitas kesehatan terdekat agar tidak terjadi perburukan kondisi.
3. Jika demam tidak kunjung sembuh. Maksimal, sebelum demam 3 hari kamu sudah memeriksakan diri ke dokter.
4. Jika badan terasa lemas, ada gangguan makan dan minum.

Sadar akan kesehatan diri dan keluarga kita, sebaiknya sudah harus dilakukan. Jangan takut periksakan diri ke dokter dan jangan takut minum obat.
Jangan minum obat sembarangan juga ya! Kasian tubuhmu, bukannya jadi sehat malah obat yang kamu minum sembarangan jadi racun bagi tubuhmu.
Dan tentu saja, tidak lupa aku ingatkan untuk selalu menerapkan gaya hidup sehat. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Dan tentunya, mencegah lebih murah daripada mengobati.

 

Semoga informasi di atas bermanfaat!

(Visited 93 times, 1 visits today)
22 Komentar Tambahkan milikmu
  1. Kalo sekarang demam bikin parno ya mbak. Banyak yang kuatir demam gara gara wabah Corona dimana-mana. Perlu banget kita mengenali demam supaya tau tindakan dan penanganan selanjutnya

  2. Setuju banget sama kalimat ini “Sadar akan kesehatan diri dan keluarga kita, sebaiknya sudah harus dilakukan. Jangan takut periksakan diri ke dokter dan jangan takut minum obat.” . Karena jika tidak ada perubahan setelah 2 hari atau 3 hari gak turun2 segera dibawa ke dokter sebelum terlambat.

  3. Biasanya badan kita punya reaksi tersendiri saat akan demam. Aku kalo udah mau terasa demam, biasanya aku langsung istirahatin badan, tidur tepat waktu dan makan yang cukup hehehe

  4. Saya selalu sedia termometer di rumah, pun saat saya sedang ngekos sendirian. Soalnya kadang ketika merasa badan demam, ternyata masih beraa di antara 37,5 dan nggak sampai 38 derajat, lalu saya akhirnya lebih memilih banyak minum, istirahat, dan makan saja alih-alih malas minum obat.

  5. Wah iya sering nih dengar seperti itu walaupun panas belum di atas 38, kalau aku ngerasa nggak enak badan langsung minum air putih yang banyak, minum vitamin, sama tetep makan. jadi paling rasa nggak enaknya cuma tahan 2 harian aja hihi

  6. Ini infonya bermanfaat sekali, Mbak Mutia. Jadi Demam itu warning atau penanda, ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh kita ya, Mbak.
    Saya selama ini hanya mengira-gira saja, Mbak. Misalnya kalau badan mulai tidak enak, saya minum paracetamol, minum madu, dan perbanyak istirahat.

  7. memang ya demam itu gak boleh disepelekan, apalagi kalau demamnya lama. wah udah kudu ke dokter itu mah biar bisa segera ditangani. demam itu kan juga salah satu cara tubuh memberikan alarm, bahwa ada yang gak beres dalam tubuh. jadi bener banget harus mengenal demam dengan baik, makasih mba sharingnya.

  8. Gaya hidup sehatnya itu aku sula bandel sih, segala di makan, kadang enggak olahraga sama sekali hehehe. Padahal kan lebih baik mencegah daripada mengobati emang bener sih. Kalau udah sakit rasanya apa pun jadi gak enak. Aku biasanya ngerasa demam kalau udah meriang selama berjam-jam (karena gak punya termometer) dan emang paling ampuh ngobatin demam dengan cara pergi ke dokter deh 🙂 tuntas

  9. Paling takut siih kalau anak-anak demam. Soalnya yg gede ada bakat step, kejang demam. Jadi aku parno deh. Kalau aku sendiri sih, minum obat penurun panas dan banyak minum.
    Makasih sharingnya ya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *