Bahayakah TBC itu? Mari Mengenal Penyakit TBC (Tuberkulosis) dan Fakta – faktanya

Holla…

Masih di awal tahun 2020 yang ceria ini. Kali ini aku mau berbagi mengenai salah satu penyakit yang banyak diwaspadai oleh banyak orang. Salah satu penyakit infeksi pada paru yang sering disebut-sebut membahayakan bagi orang-orang. Ya, penyakit yang sering disebut dengan TBC atau Tuberkulosis Paru (TB Paru).

Tapi sebenarnya sebahaya apakah TBC ini?

Mari kita bahas.

Tuberkulosis paru (TB paru) merupakan penyakit yang dianggap penting saat ini, World Health Organization (WHO) telah mencanangkan tuberkulosis sebagai salah satu Global Emergency. Penyakit ini terus bertambah dan tercatat lebih dari 10 juta kasus baru pertahunnya. Tuberkulosis adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi Mycobacterium tuberculosis complex. Kuman yang berbentuk batang lurus atau sedikit melengkung, tidak berspora dan tidak berkapsul. Kuman ini berukuran lebar 0,3 – 0,6 µm dan panjang 1 – 4 µm.

Awalnya, kuman tuberkulosis masuk melalui saluran napas dan akan bersarang di jaringan paru. Kuman tuberkulosis bersifat aerobik (suka hidup di tempat yang banyak oksigen) sehingga mudah tumbuh di dalam paru, terlebih daerah apeks (bagian atas paru) karena daerah tersebut memiliki tekanan oksigen yang paling tinggi.

Lama kelamaan lewat sarang ini, akan terbentuk suatu inflamasi atau peradangan yang dapat menyebar lewat darah dan saluran kelenjar getah bening. Namun, seseorang yang terinfeksi kuman TB tidak akan langsung menimbulkan gejala. Butuh waktu bagi bakteri untuk tumbuh dan menimbulkan gejala.

Gejala yang dapat timbul pada orang yang terkena penyakit TB paru adalah sebagai berikut:

  • Batuk lebih dari 3 minggu disertai darah
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Demam
  • Rasa lemas
  • Keringat dingin saat malam hari
  • Kurang nafsu makan
  • Penurunan berat badan yang drastis

Bila sudah sampai menyerang organ lain, dapat timbul gejala seperti pembesaran kelenjar getah bening di leher, gejala pleuritis (peradangan pada pleura), efusi pleura bahkan gejala meningitis.

Jika merasakan keluhan seperti di atas, sebaiknya periksakan dirimu ke dokter!

Jangan takut dulu, dan jangan self-diagnosis ya!

Saat sudah terdiagnosis TB Paru, maka biasanya penderta akan diberi pengobatan obat rutin yang dikenal dengan nama OAT (obat anti tuberkulosis) yang diminum 6 hingga 9 bulan tergantung kondisi pasien saat pemeriksaan oleh dokter.

Apakah dapat sembuh?

Ya, dapat sembuh. Orang yang terkena TBC dan meminum obat dengan rutin serta mengikuti terapi dan pemeriksaan berkala dari dokter dapat sembuh dari penyakit ini.

Namun ada juga orang-orang yang mengalami perburukan akibat tidak rutin minum obat dan infeksi kuman telah menyebar sehingga menyebabkan perburukan kondisi.

Beberapa penderita harus dirawat di rumah sakit saat kondisi tubuhnya memburuk, namun banyak juga yang dapat dirawat jalan.

Orang yang minum OAT juga harus menjalankan evaluasi pengobatan untuk mengetahui apakah terjadi perbaikan dari hasil tindakan pengobatan. Pada masa-masa pengobatan TB inilah, penderita harus terus semangat dalam menjalani pengobatannya. Dukungan moril dari keluarga dan orang terdekat sangat dibutuhkan.

Bagi penderita TB yang telah dinyatakan sembuh tetap dievaluasi minimal dalam 2 tahun pertama setelah sembuh untuk mengetahui adanya kekambuhan.

Lalu, bagaimana cara mencegah agar kita tidak terkena TBC?

Perlu kita ingat, bahwa penyakit ini merupakan penyakit menular yang ditularkan lewat droplet kuman TB di udara.

Penularannya dapat lewat bicara, batuk, dan bersin dari orang yang terinfeksi TB ke orang sehat. Dalam hal ini, penderita TB selalu dianjurkan untuk menggunakan masker dan rutin minum OAT agar mencegah penularan kuman TB. Pemberian vaksin BCG saat bayi juga merupakan salah satu pencegahan terjadi TB pada anak.

Hal yang paling penting adalah meningkatkan imunitas atau kekebalan tubuh. Tubuh yang sehat memiliki kekebalan yang baik sehingga dapat melawan kuman TB dan kuman lainnya yang ingin menyerang tubuh. Proteksi diri yang baik ini didapat dari makanan yang sehat dan bergizi, cukup minum air putih, olahraga teratur, dan pola hidup bersih dan sehat.

Klise? engga kok. Kalau kekebalan tubuh kita bagus, kuman TB yang mau nyerang tubuh ga bakal mempan melawan proteksi tubuh kita.

Well, sekian dulu ya informasi mengenai TBC. Semoga bisa bermanfaat!

baca juga:

Mengenal DBD (Demam Berdarah Dengue)

Mengenal Apendisitis Akut “Radang Usus Buntu Akut”

Mengenal Imunisasi Dasar Lengkap untuk Anak

 

(Visited 160 times, 1 visits today)
51 Komentar Tambahkan milikmu
  1. Gejala TB ini nggak selamanya batuk ya, Kak? Aku baru tahu saat lekosit anakku tinggi karena infeksi. Dokter curiga ada TB kelenjar. Alhamdulillah, setelah dicek, ternyata nggak ada.

  2. Imunitas tubuh yang baik itu memang merupakan salah satu kunci agar terhindar dari banyak penyakit termasuk penyakit TBC ini. Buat yang mau tetap sehat ya jaga pola hidupnya dan rajin-rajin konsumsi vitamin biar imunnya kebal.

  3. Tetap beri dukungan dan semangat serta perhatikan juga ya rutinitas minum obatnya juga yaagar keadaan cepat membaik.

  4. ini salah satu penyakit yang susah sembuh kalau ga rajin minum obat, tapi masih ada juga mak-mak yang tidak mau anaknya divaksin. padahal kalau sudah ada yang sakit, sekeluarga bisa ketularan juga

  5. Hmm, virus TBC memang luar biasa. Ia menyerang paru2 dan gejalanya bikin pasien merasa sgt sakit. Semoga semua penderita tb cepat sembuh dg terus mengonsumsi obatnya secara teratur.

  6. Memang kata kuncinya menjaga imun tubuh itu penting ya kak. . Secara bulan 2 kemarin. . Istri dirawat karena penyakit lain . . Dan terlihat ada lesi putih dibagian atas paru2… syukurlah.. dengan rangkaian pemeriksaan yang panjang san melelahkan bukan tersangka TBC . . Akhirnya dokter menyimpulkan.. bisa saja dulunya TBC tanpa disadari dan sembuh dengan sendirinya

  7. Kuncinya balik ke gaya hidup untuk bisa membentuk sistem imun buat tubuh supaya terhindar dari berbagai penyakit ya mbak
    Semoga kita tetap diberi kesehatan dan dapat menjaga dengan baik. Apalagi di masa pandemi saat ini

  8. Tbc ini seolah membayangiku mbak..
    Ayahku meninggal katena tbc paru, lama ditangani jadi nggak tertolong..

    Klo cepat ditangani, tbc bisa sembuh kok

  9. Kebetulan keponakan saya sempat terkena TB. Ketahuannya pas usia 1 tahun. jadi awalnya dari usia 6 bulan kondisinya menurun. Sering batuk, BB nggak bisa naik. Setelah tes lengkap ketahuan TB padahal kedua orangtuanya negatif. Akhirnya terapi penyembuhan selama 6 bulan. Syukur alhamdulillah sekarang pertumbuhannya baik. Meskipun tubuhnya tetap mungil tapi lincah dan cerewet sekali.
    TB ini memang salah satu yang perlu diwaspadai. Tapi sayangnya masyarakat kita termasuk kurang peduli dengan ancamannya,

  10. Di tempat kerja saya ada penderita TB tapi syukurnya sudah baikan. Alhamdulillah kami sehari-hari bekerja menggunakan masker jadi rekan kerja lainnya tidak terlalu khawatir.

  11. Aku jadi ingat dulu ada teman yg terkena tbc dan pengobatannya itu kalau nggak salah selama satu tahun dan berhasil sembuh, mungkin karena masih kecil jg imunnya kuat dan kombinasi dari makanan yg dikonsumsi. Selain itu keluarga terdekat harus aware dan mendukung ksembuhan juga yah

  12. Adik ipar saya pernah terkena TBC Paru. Asal mau menjalankan pengobatan secara disiplin (tanpa putus), penyakit ini bisa diatasi dan disembuhkan. Tapi saya pernah punya cerita tentang masa pengobatan adik ipar saya. Pernah suatu ketika obatnya tertinggal di luar kota. Yang saya lakukan pertama adalah mencari obat TBC ke apotik-apotik, dan ternyata dosisnya berbeda dengan yang diberikan. Akhirnya mau tidak mau harus ambil obat itu ke luar kota. Ya lebih baik begitu, daripada harus mengulang lagi proses pengobatannya sedari awal.

  13. Berobat dan menuruti anjuran dokter in syaa Allah sembuh ya Mba. Setuju.

    Ternyata memakai masker itu memang sebaiknya dipakai setiap kemana-mana ya. Karena kadang ketika kondisi kita menurun, mana tau ada virus apa yang datang menyerang dari sekitar.

  14. TB yang awal2 agak susah juga dikenali penderitanya ya, harus menggunakan masker juga karena ini penyakit menular juga ya. Minum obatnya juga harus rutin dan ga boleh sampai terlewatkan, agar sembuh total dan ga kambuh lagi.

  15. TBC ini sangat berbahaya dan bisa tertular, oleh karena itu semenjak dini kekebalan tubuh sudah dilengkapi khususnya untuk anak-anak ya mbak yang diimunisasi agar imun nya kuat.

  16. Kalau TBC itu kan pengobatannya berlangsung 6 bulan ya Mba..itu minimal kalau msh skt bs diperpanjang.. Dan bagi yg ga mampu skrg sdh tersedia pengobatan gratis di puskesmas ..

  17. Beberapa orang dari keluarga juga pernah kena TBC. Alhamdulillah, dengan pengobatan yang tepat dan disiplin menelan obat, penyakit ini bisa sembuh. Seperti keluarga itu, kini mereka telah sembuh dan semoga gak ada yang kena lagi deh.

  18. TBC ini salah satu penyakit yang paling sering ditemui di rumah yang keadaaan pergantian udaranya ngga baik. dulu aku pikir cuman paru aja yang bisa kena TB, ternyata banyak, ada tulang, getah bening sampe bisa berakhir meningitis, Belum lagi pengobatannya yang panjang ampe 6 bulan
    Semoga kita bisa jaga kesehatan terus deh dan dijauhkan dari segala penyakit ini

  19. Lengkap banget pembahasannya, Kak. TB ini memang ga bisa disepelehin, pengobatannya aja kudu konsisten, ga boleh telat sehari pun. Jadi inget anaknya temen yang ga mau makan gara-gara TB, syukurlah sekarang dah pada sembuh. Bisa ceria lagi, tapi makannya diperbaiki segi nutrisinya biar imun meningkat.

  20. dulu adik sepupu saya juga di diagnosis mengidap TBC, metode pengobatan yang di lakukan adalah minum obat tanpa putus selala 1 tahun jika tak salah, puji tuhan kini sudah lebih baik.

  21. Jadi ingat waktu anakku berat badannya nggak nambah-nambah, harus dicek TB atau nggak, terus ditanya juga di sekitar rumah ada yang punya TB atau nggak. Alhamdulillah sih akhirnya nggak TB. Sedih kalau anak kecil punya TB… perawatannya itu lo harus telaten.

  22. Penyakit TBC ini dulu berbahaya dan pertambahannya kian banyak tiap harinya. Ngeri juga sih ya sebenarnya. Kita mesti harus jaga kesehatan dan jaga jarak dengan penderita TBC juga ya. Karena, info yang saya dengar, TBC itu juga salah satu penyakit menular. Mungkin karena batuk dari penderita itu menyebar melalui udara, sehingga yang deket dg dia bisa tertular juga.

  23. TBC bisa sembuh ya sista kalau diobati secara rutin, informasi ini aku catat deh soalnya ada tetangga suka batuk-batuk tak jelas gitu dan lama lagi… Siapa tau dia baca ini paham mungkin dia dah kena TBC

    1. Iya Kak. Regimen pengobatannya udah jelas dan udah lama dipake. TBC bisa dinyatakan sembuh oleh dokter paru, setelah pasiennya mengonsumsi obat sesuai anjuran.

  24. TBC ini juga menular ya katanya, terutama kalau kondisi tubuh sedang tak sehat. Selain itu, penting tuh menggunakan masker ketika memang sedang berada di tempat umum (baik buat penderita maupun buat orang yang sehat) untuk mencegah penularan.

    1. Benar Kak, TBC itu dapat menular. Selain kita yang jaga kesehatan diri, kita harus berusaha mencegah juga agar tidak tertular.

  25. Ipar saya juga pernah kena penyakit ini. Alhamdulillaah bisa sembuh setelah rutin minum obatnya selama berbulan-bulan. Jadi intinya kalau terserang penyakit ini harus rutin diminum obatnya ya ?

    1. Rutin cek ke Dokter dan minum obat. Penderita juga sebaiknya selalu memakai masker agar tidak menularkan ke orang lain.

  26. adik aku dulu pernah kena tapi radang paru sih dan pengobatannya juga hampir satu tahunan baru sembuh, ternyata sama dengan tbc ini 6-9bulanan yah. betul sekali, sesederhana jaga kesehatan olahraga pola makan sebetulnya sudah cukup untuk menghindari tbc ya kak

    1. Iya kak, pengobatannya lumayan lama. Makanya harus sabar dalam minum obat rutin. Keluarga juga perlu menyemangati penderita agar semangat minum obatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *